Rabu, 02 Oktober 2013

RPP Berkarakter Bahasa Indonesia



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(NO. 2.1)

Mata Pelajaran          : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester        : XI / 1
Pertemuan ke              : 1, 2
Alokasi waktu Waktu: 6 x 45 menit
Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia   setera tingkat Madya
Kompetensi Dasar      :  2.1 Menyimak untuk menyimpulkan informsi yang tidak bersifat perintah dalam konteks bekerja
Indikator:
1.    Mengubah informasi dari bentuk lisan ke dalam bentuk nonverbal (bagan/tabel/diagram/  grafik/ denah/ matriks)
2.    Menyimpulkan informasi bentuk nonverbal yang tidak bersifat perintah secara deduktif/induktif
3.    Menyampaikan simpulan bentuk nonverbal dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar


I.       Tujuan Pembelajaran :
1.       Peserta didik dapat mengubah informasi dari bentuk lisan ke dalam bentuknon-verbal (bagan/tabel/diagram/  grafik/ denah/matriks)
2.       Peserta didik dapat menyimpulkan informasi bentuk nonverbal yang tidak bersifat perintah secara deduktif/induktif
3.       Peserta didik dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam menyampaikan simpulan dari bagan yang sudah dibuat.

II.     Materi Ajar
·      Teknik membuat catatan verbal, dan non-verbal sebagai dasar untuk membuat simpulan (lisan/tertulis)
·      Teknik menyimpulkan secara induktif dan deduktif
1.  Deduktif :
a. Silogisme
b. Akibat sebab-sebab
c.  Sebab akibat-akibat
2.  Induktif :
a. Generalisasi
b. Sebab-sebab akibat
c.  Akibat-akibat sebab
d. Sebab-akibat berantai
e. Analogi
·    Teknik menyampaikan simpulan lisan maupun tulisan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, termasuk di dalamnya kesadaran berbahasa/sikap berbahasa yang positif.

Nilai-nilai PBKB, kewirausahaan  yang diharapkan
1.    Jujur
2.    Disiplin
3.    Rasa Ingin Tahu
4.    Kerja Sama
5.    Tanggung Jawab
6.    Komunikasi/ Bersahabat
7.    Kreatif
8.    Kerja Keras
9.    Cinta Tanah Air
10. Menghargai Prestasi
11. Peduli Sosial

III.  Metode Pembelajaran
·     Audiolingual
·     Penugasan
·     Diskusi

IV.    Kegiatan Pembelajaran:  

Pertemuan ke
Langkah-langkah Pembelajaran
Alokasi waktu

Pertemuan Kesatu



















Kegiatan Awal
1.    Guru mengabsen Peserta didik dan menjelaskan tujuan pembelajaran.

Kegiatan Inti
1.  Peserta didik membentuk kelompok (satu kelompok 4 orang) sehingga Peserta didik mampu bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik. (elaborasi)
2.  Peserta didik mendengarkan rekaman mengenai kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sehingga muncul rasa cinta tanah air dan rasa ingin tahu. (eksplorasi)
3.  Peserta didik mengubah informasi yang disimak ke dalam bentuk informasi nonverbal (bagan/skema) sehingga terbentuk sikap kreatif, mandiri. dan komunikatif. (eksplorasi)
4.  Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil simakan dan bentuk nonverbalnya di depan kelas , kelompok yang lain menanggapi sehingga terbentuk nilai komunikatif, mandiri, demokratis, kritis, berani, toleransi,  dan mengargai prestasi. (konfirmasi)

Kegiatan Akhir
1.    Setiap kelompok menyimpulkan  hasil  diskusi sehingga muncul sikap peduli sosial, kerja keras, mandiri, berani, peduli sosial dan cinta tamah air. (Konfirmasi)
2.    Peserta didik menyelesaikan latihan/ tugas.


10  menit

70 menit















10 menit
45 menit

Pertemuan ke
Langkah-langkah Pembelajaran
Alokasi waktu
Pertemuan Kedua



















Kegiatan Awal
1.      Peserta didik menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru tentang informasi yang disajikan dalam bentuk nonverbal (materi sebelumnya) sehingga muncul sikap berani, kritis, terbuka,  dan demokratis.

Kegiatan Inti
1.      Peserta didik menyimak  informasi nonverbal berupaTabel Program Kerja OSIS sehingga memunculkan rasa ingin tahu, kritis, dan disiplin. (elaborasi)
2.      Peserta didik  mengubah informasi bentuk nonverbal secara deduktif/ induktif sehingga terbentuk nilai kreatif dan kerja keras. (eksplorasi)
3.      Peserta didik menyampaikan hasil simpulannya di depan kelas secara bergantian menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga muncul nilai berani, jujur, kritis, komunikatif, dan cinta tanah air. (konfirmasi).

Kegiatan Akhir
1.       Peserta didik bersama-sama menyimpulkan hasil belajar kemudian mengikuti evaluasi. (konfirmasi)



10  menit



70 menit












55 menit


V.      Alat, bahan, sumber belajar
·         Alat       :  Tape, rekaman atau kaset
·         Sumber :  Modul bahasa Indonesia tingkat Madya
                 Buku argumentasi dan narasi oleh Gorys Keraf.
                 Belajar mengungkapkan pendapat oleh Jos Daniel Parera

VI.    Penilaian
A.     Simak rekaman B.1.1.A tentang “Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia”. Setelah selesai ubahlah hasil simakan tadi ke dalam bentuk bagan!
B.      Simak rekaman B.1.1.E dan tentukan pola berpikir deduktif,/induktif

Kunci Jawaban
       A.                                                                                                                  
Organization Chart    

 

Rekaman B.1.1.E

         
1.    deduktif      6. induktif
2.    deduktif      7. induktif                 
3.    deduktif      8. induktif                 
4.    deduktif      9. induktif                 
5.    deduktif      10.campuran    

Pedoman Penilaian   
A.    Jumlah jawaban betul   X 100 = Nilai
Jumlah soal



Mengetahui,
Kepala Sekolah





-------------------------------

Jakarta,       Juli 2011
Guru Mata Pelajaran




------------------------------- 

Senin, 23 September 2013

PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP

Pengertian Pendidikan Seumur Hidup ….
“Pendidikan Seumur Hidup” atau “Life-Long Education” bukan “(long life education”) adalah makna yang seharusnya benar-benar terkonsepsikan secara jelas serta komprehensif dan dibuktikan dalam pengertian, dalam sikap, perilaku dan dalam penerapan terutama bagi para pendidik di negeri kita.
Pendidikan seumur hidup atau belajar seumur hidup bukan berarti kita harus terus sekolah sepanjang hidup kita. Sekolah banyak diartikan oleh masyarakat sebagai tugas belajar yang terperangkap dalam sebuah “ruang” yang bernama kelas, bukan itu yang dimaksud. Paradigma belajar seperti ini harus segera kita rubah. Pengertian belajar bukan hanya berada dalam ruangan tapi belajar disemua tempat, semua situasi dan semua hal.
Pendidikan seumur hidup bersifat holistik, sedangkan pengajaran bersifat spesialistik, terutama pengajaran yang terpilih dan terinferensikan dalam berbagai bentuk kelembagaan belajar.
Holistik memiliki arti lebih mengarah kepada pengutuhan atau penyempurnaan. Manusia selalu berusaha uintuk mencapai titik kesempurnaan dalam segala hal, namun seberapa besar usahapun kita tidak akan sampai pada kesempurnaan itu. Karena kesempurnaan hanya milik Sang Pencipta Alam.
Belajar berarti memfungsikan hidup, orang yang tidak belajar berarti telah kehilangan hidupnya, paling tidak telah kehilangan hidupnya sebagai manusia. Karena hidup manusia itu bukan hanya individu dalam dirinya saja tapi juga interaksi dengan sesamanya, dengan antar generasi dan kehidupan secara universal.
Dalam Pendidikan atau Belajar terdapat interaksi antara tantangan (challenge) dari alam luar diri manusia dan balasan (response) dari daya dalam diri manusia. Dalam belajar juga terjadi interaksi komunikasi antara manusia dan berlangsungnya kesinambungan antar generasi serta belajar melestarikan hidup, mengamankan hidup dan menghindari pengrusakan hidup. Belajar berarti menghargai hidup kita.
Dalam agama sering kita dengar kalimat ” Belajarlah (tuntutlah ilmu) dari ayunan sampai liang lahat”.
Belajar merupakan tugas semua manusia, tua-muda, besar-kecil, kaya-miskin semua mempunyai tugas tersebut.